Model
Referensi OSI & TCP/IP
Supaya komputer dapat mengirimkan informasi ke komputer lain, dan dapat
menerima dan mengerti informasi, harus ada aturan atau standar untuk proses
komunikasi tersebut. Standar ini meyakinkan kita bahwa beberapa jenis produk
dan perangkat dapat berkomunikasi dengan perangkat lain yang berbeda vendor dan
melewati beberapa jaringan. Pembakuan ini disebut model.
International Standards Organization (ISO) telah menciptakan model secara
luas untuk industri, atau framework, untuk mendefinisikan aturan-aturan
jaringan yang harus dilakukan untuk komunikasi yang handal. Model jaringan ini
dibagi menjadi layer, yang masing-masing layer mempunyai fungsi yang berbeda
dalam proses komunikasi. Lalu, mengapa harus dibuat layer? Paket data harus
melalui beberapa tahapan dan proses. Untuk menstandarkan proses, harus
digunakan sebuah model yang menunjukan bagaimana data dikirimkan, diseleksi,
dibongkar-muat, dan diantarkan ke tujuan. Pada proses inilah yang disebut model
jaringan. Keberadaan model jaringan menyediakan sebuah framework untuk standar
implementasi dan protocol yang digunakan oleh mesin dan perangkat untuk
berkomunikasi. Sehingga proses dan pekerjaan dipisah ke dalam kelompok logika
yang disebut layer.
A. Model Referensi
OSI
Salah satu fungsi Seperti terjadinya transfer data
diantaranya komputer yang menggunakan Unix dan PC atau Mac.OSI bukanlah suatu
model yang berbentuk fisik melainkan sebuah panduan bagi pembuat aplikasi agar
bisa membuat dan mengimplementasikan aplikasi yang bisa berjalan di jaringan.Ada
beberapa peralatan jaringan yang beroprasi pada semua layer OSI di antaranya:
- Network
Management Station (NMS)
- Gateways
(bukan default gateway)
Model
referensi OSI dibagi dalam dua kelompok yaitu upper layer dan lower layer.
Upper layer fokus pada aplikasi pengguna dan bagaimana fiile direpresentasikan
di komputer. Sedangkan lower layer adalah intisari komunikasi data melalui
jaringan aktual. Untuk network engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya
adalah lower layer, sedangkan untuk network analyst, tentu akan bergelut dalam
upper layer, namun tetap tidak menghiraukan lower layer.

Dalam model referensi Open System Interconnection, maksud dari "open"
disini adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa
memandang perangkat keras (hardware) yang digunakan, sepanjang software
komunikasi sesuai dengan standar.
Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu designer jaringan
memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi
data. Termasuk jenis-jenis protocol jaringan dan metode transmisi. Model ini
dibagi menjadi 7 layer dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap
layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun di bawahnya
secara langsung melalui serentetan protokol dan standar.
Dibawah ini merupakan penjelasan-penjelasan singkat mengenai karakteristik dari
tiap-tiap layer beserta fungsi masing-masing layer :
Model
referensi OSI terdiri dari tujuh layer
1. Layer Application
Merupakan
layer 7 dari model OSI, menyediakan 16 bit tunggal layanan-layanan untuk
procedure applikasi(seperti electronic mail atau transfer data) yang berada di
luar model OSI.
Layer
application pada model OSI merupakan tempat dimana user atau pengguna
berinteraksi dengan computer. Layer ini sebenarnya hanya berperan ketika
dibutuhkan akses ke network. Contohnya Internet eksplorer (IE), IE dapat
melihat document local HTML. Tetapi akan kacau jika melihat document HTML yang
harus diambil dengan HTTP atau mengambil file dengan FTP. Hal ini terjadi
karena IE harus memberikan umpan balik terhadap permintaan tersebut dengan
mencoba mengakses layer application. Yang sebenarnya terjadi adalah layer
application bertindak sebagai interface antar program aplikasi sebenarnya,
dimana program aplikasi tersebut tidak termasuk ke struktur layer, dengan layer
berikut dibawahnya. Jadi dengan kata lain, IE tidak berada pada layer
application, tetapi IE berfungsi sebagai interface denga protocol layer
application, tapi IE berfungsi sebagai interface dengan protocol layer
application ketika IE membutuhkan sumber daya remote.
Layer aplication
juga bertanggung jawab untuk mengidentifikasikan dan memastikan keberadaan
patner komunikasi yang di tuju serta menentukan apakah sumber daya komunikasi
yang ditiju cukup tersedia.
Saat ini
pertukaran transaksi dan informasi sudah berkembang dan membutuhkan layanan
aplikasi internetwoking seperti:
a.
World Wide Web (WWW)
Menghubungkan
server-server dalam jumlah banyak, hamper tidak terhitung dengan format data
yang berbeda-beda.
b.
Email gateway
Layanan
serbaguna ini bias menggunakan Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) atau
standar x.400 untuk mengirim pesan antar aplikasi email yang berbeda.
c.
Electronic Data Interchange (EDI)
Gabungan
dari standard an proses khusus yang menyediakan aliran data atau accouting,
pengirim / penerima, serta pelacakan order atau inventori antar perusahaan.
d.
Special interest bulletin board
Mencangkup
tempat chat di internet dimana oran bertemu dan berkomunikasi dan mengirim
pesan. Dan juga sharing perangkat lunak public domain.
e.
Utility navigasi internet
Mencangkup
aplikasi-aplikasi mesin pencari
f.
Layanan transaksi financial
Layanan ini
mengumpulkan dan menjual informasi-informasi.
2.
Layer Persentation
merupakan layer 6 dari model referensi OSI,
mendefinisikan bagaimana data di-format,dinyatakan, di-encode, dan diubah untuk
digunakan oleh software pada layer application.
Fungsi dari layer ini yaitu menyajikan data
kelayer application dan bertanggung jawab pada penerjemah data dan format kode.Layer
ini pada dasarnya adalah penerjemah dan melakukan fungsi pengkodean dan
konversi.
OSI memiliki standar protocol yang mendefinisikan
bagaimana format data yang standar. Tugas-tugas seperti kompresi, dekompresi,
enkripsi dan deskripsi data, berhubungan dengan layer ini. Standar-standar yang
digunakan untuk mengatur presentasi grafis dan visual image:
a. PICT merupakan sebuah format gambar yang
digunakan program macintosh untuk melakukan transfer grafik QuickDraw.
b. TIFF (Tagged Image File Format) sebuah format
grafis standar untuk image bitmap resolusi tinggi.
c.
JPEG standar foto yang dibuat oleh Joint Photographic Experts Group.
d. Midi (Musical Instument Digital Interface)
digunakan untuk membuat music digital.
e. MPEG (Mention Picture Experts Group) untuk
kompresi dan coding video bergerak untuk CD, menyediakan penyimpanan digital.
f. Quick Time digunakan oleh program machintos untuk
mengelola aplikasi audio dan video.
g. RTF (Rich Text Format) untuk melakukan pertukaran
file text antar program pengelola kata.
3.
Layer session
Merupakan layer 5 dari model OSI, bertanggung jawab
untuk membuat, mengelola, dan mengakhiri session-session antar aplikasi
–aplikasi dan mengawasi pertukaran data antar entitas layer. Layer ini juga
menyediakan control dialog antar peralatan atau titik jaringan. Dia melakukan
kordinasi komunikasi antar system dan mengorganisasikan komunikasinya dengan menawarkan
tiga mide yaitu simplix, half-duplex dan full-duplex.
Berikut beberapa contoh protocol dan interface layer
session:
a. Network File System
(NFS) dibuat oleh Sun Microsystem dan digunakan dengan TCP/IP dan work station
UNIX untuk akses yang transparan ke sumber daya remote.
b. Structured Query Language (SQL) dibuat oleh IEM untuk menyediakan kepada
pengguna sebuah cara yang lebih mudah untuk mendefinisikan kebutuhan informasi
pada system local dan remote.
c. Remote Procedure Call (RPC) sebuah utility atau tool untuk client-server yang
digunakan untuk lingkungan layanan yang berbeda-beda.
d. X Windows digunakan secara luas oleh terminal-teminal pintar untuk
berkomunikasi dengan computer UNIX yang remote.
e. AppleTalk Session Protocol (ASP) membuat dan menjaga session antar client dan
server AppleTalk.
f. Digital Network Architecture Session Control Protocol (DNA SCP)sebuah protocol
layer session dari DECnet.
4. Layer Transport
Merupakan
layer 4 dari model OSI, digunakan untuk komunikasi yang dapat diandalkan antara
node-node akhir melalui network. Layer Transport melakukan segmentasi dan
menyatukan kembali data yang tersegmentasi tadi menjadi sebuah arus data.
TCP
dan UDP keduanya bekerja pada layer Transport, di mana TCP adalah layanan yang
dapat diandalkan, sedangkan UDP tidak.Layer transport bertanggung jawab untuk
menyediakan mekanisme untuk multiplexing metode aplikasi-aplikasi upper layer,
membuat session, dan memutuskan rangkean virtual.
Transportasi
yang diandalkan tersebut, menggunakan sebuah session yauitu:
- Komunikasi yang connection-Oriented
Peralatan yang melakukan tranmisi, akan membuat
sebuah session conection oriented dengan system pemasangan yang disebut call
setup / three way handshake.
Pengirim data yang dapat diandalkan, menjamin
keutuhan dari online data mesin ke mesin lain melalui link data yang
funsional.
5. Layer
Network
Merupakan
model OSI layer 3,dimana routing diimplementasikan, mengaktifkan
koneksi-koneksi dan pemilihan jalur antara dua system akhir. Mengelola
pengalamatanm, melacak lokasi peralatan di jaringan, dan menentukan cara
terbaik untuk memindahkan data, artinya layer network harus mengangkut lalu
lintas antar peralatan yang tidak terhubung secara local. Router merupakan
peralatan layer 3, diatur oleh layer ini dan menyediakan layanan routing dalam
internetwok.
Dua jenis
data yang digunakan di layer network yaitu:
a. Paket Data
Digunakan
untuk mengangkut data pengguna melewati internetwork. Protocol yang digunakan
untuk mendukung lalu lintas data disebut routed protocol, contohnya IP dan IPx.
b
Paket Update Rute
Digunakan
untuk update ke router terdekat tentang network-network yang terhubung ke semua
router di internetwork. Protocol yang mengirim paket update rute disebut
routing protocol. Contohnya : RIP, EIGRIP dan OSPF.
Routing
table yang digunakan pada sebuah router mencangkup informasi:
a. Alamat Network
b. Interface
c. Metric
6. Layer Data
Link
Merupakan
model OSI layer 2, menyediakan tranmisi fisik dari data dan mengenai notifikasi
error, topologi jaringan, dan flow control. Artinya pesan-pesan akan terkirim
melalui peralatan yang sesuai di lan menggunakan alamat perangkat keras, dan
menerjemah pesan-pesan dari layer network menjadi bit-bit untuk dipindahkan
oleh layer physical. IEEE membagi lebih lanjut layer ini menjadi dua sublayer:
a) Media Access Control
(MAC) 802.3
Mendefinisikan
bagaimana paket ditempatkan di media. Ketentuannya adalah “yang dating duluan
akan dilayanio terlebih dahulu”, dimana setiap permintaan akan mendapatkan
benwidth yang sama.
b) Logical Link Control (LLC) 802.2
Bertanggung
jawab untuk mengidentifikasi protocol-protokol layer network dan kemudian
melakukan enkapsulasi terhadapnya.
7. Layer
physical
Merupakan
layer 1 model OSI, bertanggung jawab untuk mengubah frame-frame data dari layer
Data Link menjadi sinyal-sinyal listrik protocol-protocol dan standar-standar
layer physical mendefinisikan, sebagai contoh, jenis kabel dan konektor yang
digunakan termasuk pemilihan pn dan skema encoding untuk pensinyalan nilai 0
dan 1.
Menentukan kebutuhan listrih, mekanis,
procedure, dan funsional, mengaktifkan,mempertahankan, dan mengaktifkan
hubungan fisik antar system dan mengidentifikasikan interface antara DTE (Data
Terminal Equitment) dengan DCE (Data Comunication Equitment). DCE pada
providernya sedangkan DTE pada peralatannya.
Bagaimana proses pengiriman data pada model ini? Gambar berikut
merupakan gambaran bagaimana proses pengiriman data yang terjadi pada
tiap layer OSI.
Ketika data ditransfer melalui jaringan, data tersebut harus melewati
ke-7 layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical
layer. Kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical
terlebih dahulu kemudian sampai ke layer aplikasi. Pada saat data
melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu header sedangkan pada sisi penerima header dicopot sesuai dengan layernya.
B. TCP / IP
TCP/IP
adalah satu set protokol yang
memungkinkan terjadinya komunikasi antar
komputer , TCP/IP menjadi sangat populer karena apabila kita ingin terkoneksi
ke Internet kita harus menggunakan protokol TCP/IP, yang dengan TCP/IP inilah
kemudian komputer di seluruh dunia dapat saling berkomunikasi.
1. Layer 4 Aplication
Aplication
layer adalah bagian dari TCP/IP dimana permintaan data atau servis diproses, aplikasi
pada layer ini menunggu di portnya masing-masing dalam suatu antrian untuk
diproses. Aplication layer bukanlah tempat bagi
word processor, spreadsheet, internet browser atau yang
lainnya akan tetapi aplikasi yang berjalan pada application layer berinteraksi
dengan word processor, spreadsheet, internet
browser atau yang lainnya, contoh aplikasi populer yang
bekerja pada layer ini misalnya FTP dan HTTP.
2. Layer 3 Transport
Transport
layer menentukan bagaimana host pengirim dan host penerima
dalam membentuk sebuah sambungan sebelum kedua host tersebut berkomuikasi,
serta seberapa sering kedua host ini akan mengirim
acknowledgment dalam sambungan tersebut satu sama lainnya. Transport layer
hanya terdiri dari dua protokol; yang pertama adalah TCP (Transport Control
Protokol) dan yang kedua adalah UDP (User Datagram Protokol). TCP bertugas;
membentuk sambungan, mengirim acknowledgment, dan menjamin terkirimnya data
sedangkan UDP dapat membuat transfer data menjadi lebih cepat.
3. Layer
2 Internet
Internet
layer dari model TCP/IP berada diantara network interface
layer dan transport layer. Internet layer berisi protokol yang
bertanggung jawab dalam pengalamatan dan routing paket.
Internet layer terdiri dari beberapa protokol diantaranya :
a.
Internet Protokol (IP)
b.
Address Resolution Protokol (ARP)
c.
Internet Control Message Protokol (ICMP)
d.
Internet Group Message Protokol (IGMP)
4. Layer
1 Network Interface
Layer
terbawah dari model TCP/IP adalah Network Interface Layer, tanggung jawab utama
dari layer ini adalah menentukan bagai mana sebuah komputer dapat terkoneksi
kedalam suatu jaringan komputer, hal ini sangat penting karena data harus
dikirimkan dari dan ke suatu host melalui sambungan pada suatu jaringan.
KESIMPULAN
Dari materi diatas dapat kita rinci lebih
sederhana atau dapat disimpulkan sebagai berikut:
dari spesifikasi OSI adalah
membantu terjadinya transfer data antar host yang berbeda layer di bagi menjadi dua group:
- Upper Layer (Application, Presentation, dan
Session)
- Lower
Layer (Transport, Network, DataLink, dan Physical)
- Model referensi OSI terdiri dari
tujuh
1.
Layer application : file, cetak, massage, database, dan layanan aplikasi
2.
Layer presentation : enkripsi data, kompresi dan layanan penterjemah.
3.
Layer session : dialog control
4.
Layer transport : koneksi ujung ke ujung (end-to-end)
5.
Layer network : routing
6.
Layer data link : grouping data secara logical (framing)
7.
Layer physical : topologi fisik
TCP/IP
adalah satu set protokol yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar computer
Model TCP/IP hanya terdiri dari empat layer yaitu:
a.
Application
b.
Transport
c.
Internet
d.
Network Interface
DAFTAR
PUSTAKA
Agus
suroso.2009. modul teknik computer dan jaringan
http://aditsubang.wordpress.com
http://yadicucuklauk.blogspot.com/2011/08/model-referensi-osi-layer-awalnya-model.html