Rabu, 13 April 2022

IP ADDRESS

Apa Itu IP Address? Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

1.   Pengertian IP address

IP Address adalah serangkaian angka yang menjadi identitas perangkat yang terhubung ke internet atau infrastruktur jaringan lainnya. Fungsinya seperti nomor rumah pada alamat, yaitu untuk memastikan agar data dikirimkan ke perangkat yang tepat.

IP Address ( Internet Protocol Address) merupakan deretan angka biner antara 32 bit sampai dengan 128 bit yang digunakan sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan internet. Angka 32 bit digunakan untuk alamat IP Address versi Ipv6 untuk menunjukkan alamat dari komputer pada jaringan internet berbasis TCP/IP. IP Address tersebut memiliki identitas numerik yang akan dilabelkan kepada suatu device seperti komputer, router, atau printer yang terdapat dalam suatu jaringan komputer yang menggunakan internet protocol sebagai sarana komunikasi.

2.  Sejarah IP Address

Alamat IP awalnya ditetapkan sebagai nomor 32-bit, yang sekarang   dinamakan Internet Protocol Version 4 (IPV4), dan masih digunakan saat ini. Namun, karena pertumbuhan yang besar dari internet dan penipisan yang dihasilkan dari ruang alamat terciptalah Internet Protocol Version 6 (IPV6), menggunakan 128 bit untuk alamat.

3.   Fungsi dari IP address

  • Digunakan sebagai  alat identifikasi host atau antarmuka pada jaringan
  • Digunakan sebagai alamat lokasi jaringan

4. Jenis-jenis IP address

Berdasarkan luas cakupannya, alamat IP dibagi menjadi dua jenis, IP Publik dan IP Privat. Cakupan yang dimaksud di sini adalah seberapa luas cakupan penggunaan alamat IP tersebut dalam sebuah jaringan. Berikut penjelasannya.

IP Publik

Jenis IP Publik menghubungkanmu dengan jaringan internet secara global. Cakupannya sangat luas dan digunakan oleh segala perangkat yang dipergunakan untuk umum. Pengguna IP Publik dapat mengakses internet karena jenis alamat IP inilah yang menghubungkan perangkat ke jaringan internet.

Pengguna internet mendapatkan IP Publik melalui provider internet atau ISP (Internet Service Provider) yang digunakan.

IP Privat

Berkebalikan dengan IP Publik, IP Privat digunakan hanya untuk jaringan lokal. IP Privat biasanya digunakan untuk sistem jaringan lokal (LAN) seperti misalnya yang digunakan di perkantoran, hotel, dan lain-lain.

Di setiap jaringan lokal, tiap perangkat yang tetap mempunyai alamat IP Privat tersendiri. Alamat IP Privat ini memungkinkan setiap perangkat dapat berkomunikasi satu dengan yang lainnya dalam lingkup lokal.

IP Dinamis

Sesuai dengan namanya, IP Dinamis dapat berubah sewaktu-waktu. Hal tersebut terjadi karena jumlah alamat IP yang kian menipis, maka penggunaannya pun bergantian. Jenis IP Dinamis biasanya digunakan untuk umum.

Penyedia layanan internet (ISP) yang bertanggung jawab untuk mengatur alokasi pemberian alamat IP ke pelanggannya. Maka dari itu, alamat IP penggunanya dapat berubah sewaktu-waktu. Melakukan restart perangkat atau router internet juga dapat menyebabkan berubahnya alamat IP.

IP Statis

Berbeda dengan IP Dinamis, IP Statis tidak akan berubah-ubah. Penggunanya melakukan pemesanan khusus terhadap alamat IP kepada ISP dengan membayar sejumlah biaya.

IP Statis biasanya digunakan oleh penyedia server, web hosting, ataupun lembaga penting yang sangat bergantung pada layanannya.ISP akan memberikan alamat IP Statis kepada pelanggan yang melakukan reservasi dan memastikan alamat IP tidak akan berubah.

Shared IP

Shared IP merupakan jenis alamat IP yang digunakan oleh beberapa domain/situs dalam satu server yang sama. Alamat IP jenis ini biasanya dipakai pada layanan shared hosting.

Dedicated IP

Jika Shared IP digunakan bersama-sama oleh beberapa domain dalam satu server, berbeda halnya dengan Dedicated IP. Jenis alamat IP Dedicated hanya digunakan oleh satu domain.

Alamat IP jenis ini hanya dimiliki oleh satu domain/situs saja. Dengan menggunakan Dedicated IP, reputasi domain pengguna tidak terpengaruhi oleh domain lainnya. Dedicated IP umumnya digunakan oleh pengguna cloud VPS hosting dan pengguna dedicated hosting.

5. Versi IP Address

Saat ini sudah ada lebih dari satu miliar website di dunia maya. Ditambah lagi, jumlah perangkat yang terhubung dengan internet pastinya lebih banyak dari itu. Oleh karenanya, kini ada dua versi IP address yang digunakan, yaitu IPv4 dan IPv6.

IPv4

Inilah versi IP address yang telah dipakai sejak internet mulai dimanfaatkan secara komersial. Selain itu, versi inilah yang paling banyak digunakan. Kemungkinan besar saat ini Anda sedang memakainya juga.

Sebuah alamat IPv4 memiliki panjang angka 32 bit dan terdiri dari empat kumpulan angka yang dipisahkan oleh titik. Masing-masing kumpulan angka tersebut adalah representasi desimal dari delapan digit (bit) angka biner.

Satu baris yang terdiri dari delapan angka biner tersebut juga disebut oktet. Setiap oktet bernilai maksimal 255. Karenanya, alamat IPv4 memiliki rentang dari 0.0.0.0 sampai 255.255.255.255. Dengan rentang tersebut, IPv4 dapat menampung hampir 4,3 miliar IP address.

Agar anda dapat mengilustrasikan penjelasan tersebut, berikut adalah beberapa contoh alamat IPv4:

  • 172.16.254.1
  • 172.146.80.100
  • 192.168.1.3
  • 172.16.254.1

IPv6

Versi IP address ini belum digunakan secara luas, tetapi diciptakan karena kapasitas IPv4 yang kian menipis. IPv6 memiliki panjang angka 128 bit dan terdiri dari delapan kumpulan angka dan huruf yang dipisahkan oleh titik dua. Masing-masing kumpulan tersebut merupakan representasi desimal dari 16 angka biner.

Oleh karena banyaknya kemungkinan kombinasi angka dan huruf yang ada, IPv6 dapat menampung 340.282.366.920.938.463.463.374.607.431.768.211.456 alamat. Dengan ini, pastinya dunia tidak akan kekurangan IP address untuk waktu yang cukup lama.

Salah satu contoh alamat IPv6 adalah 2001:cdba:0000:0000:0000:0000:3257:9652. Namun, kumpulan yang hanya terdiri dari angka nol biasanya tidak ditulis agar praktis. Lalu, bagian yang dihilangkan ditunjukkan dengan adanya dua tanda titik dua seperti berikut: 2001:cdba::3257:9652.

6. Kelas IP Address

IP address IPv4 juga dibagi menjadi beberapa kelas. Masing-masing memiliki rentang angka serta jumlah maksimal alamat IP dan jaringan:

  • Kelas A
    Rentang angka : 0.0.0.0 – 127.255.255.255
    Jumlah maksimal alamat IP : 16.777.216
    Jumlah maksimal jaringan : 128
  • Kelas B
    Rentang angka : 128.0.0.0 – 191.255.255.255
    Jumlah maksimal alamat IP : 1.048.576
    Jumlah maksimal jaringan : 16.384
  • Kelas C
    Rentang angka : 192.0.0.0 – 223.255.255.255
    Jumlah maksimal alamat IP : 65.536
    Jumlah maksimal jaringan : 2.097.152
  • Kelas D
    Rentang angka : 224.0.0.0 – 239.255.255.255
    Jumlah maksimal alamat IP : tidak didefinisikan
    Jumlah maksimal jaringan : tidak didefinisikan
  • Kelas E
    Rentang angka : 140.0.0.0 – 255.255.255.255
    Jumlah maksimal alamat IP : tidak didefinisikan
    Jumlah maksimal jaringan : tidak didefinisikan

7. Penutup / Kesimpulan

IP address adalah sebaris angka yang digunakan oleh semua perangkat komputasi untuk berhubungan melalui internet.

Ada dua versi alamat IP, yaitu IPv4 yang telah digunakan sejak masa awal internet dan IPv6 yang baru-baru ini diciptakan untuk menutup kekurangan kuota IP address. Di samping itu, alamat IP juga dibedakan menjadi beberapa jenis dan kelas.

IP address dapat dimanfaatkan untuk melakukan koneksi remote dengan device lain dan server. Apabila ingin tahu IP address yang Anda gunakan untuk alasan di atas, Anda dapat membaca panduan melihat IP address di komputer dan perangkat Android. 

Senin, 11 April 2022

Jaringan Komputer


Model Referensi OSI & TCP/IP

Supaya komputer dapat mengirimkan informasi ke komputer lain, dan dapat menerima dan mengerti informasi, harus ada aturan atau standar untuk proses komunikasi tersebut. Standar ini meyakinkan kita bahwa beberapa jenis produk dan perangkat dapat berkomunikasi dengan perangkat lain yang berbeda vendor dan melewati beberapa jaringan. Pembakuan ini disebut model.

International Standards Organization (ISO) telah menciptakan model secara luas untuk industri, atau framework, untuk mendefinisikan aturan-aturan jaringan yang harus dilakukan untuk komunikasi yang handal. Model jaringan ini dibagi menjadi layer, yang masing-masing layer mempunyai fungsi yang berbeda dalam proses komunikasi. Lalu, mengapa harus dibuat layer? Paket data harus melalui beberapa tahapan dan proses. Untuk menstandarkan proses, harus digunakan sebuah model yang menunjukan bagaimana data dikirimkan, diseleksi, dibongkar-muat, dan diantarkan ke tujuan. Pada proses inilah yang disebut model jaringan. Keberadaan model jaringan menyediakan sebuah framework untuk standar implementasi dan protocol yang digunakan oleh mesin dan perangkat untuk berkomunikasi. Sehingga proses dan pekerjaan dipisah ke dalam kelompok logika yang disebut layer.

A.    Model Referensi  OSI

Salah satu fungsi Seperti terjadinya transfer data diantaranya komputer yang menggunakan Unix dan PC atau Mac.OSI bukanlah suatu model yang berbentuk fisik melainkan sebuah panduan bagi pembuat aplikasi agar bisa membuat dan mengimplementasikan aplikasi yang bisa berjalan di jaringan.Ada beberapa peralatan jaringan yang beroprasi pada semua layer OSI di antaranya:

  •    Network Management Station (NMS)
  • Server web dan aplikasi
  •  Gateways (bukan default gateway)

 Model referensi OSI dibagi dalam dua kelompok yaitu upper layer dan lower layer. Upper layer fokus pada aplikasi pengguna dan bagaimana fiile direpresentasikan di komputer. Sedangkan lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual. Untuk network engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah lower layer, sedangkan untuk network analyst, tentu akan bergelut dalam upper layer, namun tetap tidak menghiraukan lower layer.




Dalam model referensi Open System Interconnection, maksud dari "open" disini adalah untuk menyatakan model jaringan yang melakukan interkoneksi tanpa memandang perangkat keras (hardware) yang digunakan, sepanjang software komunikasi sesuai dengan standar.

Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu designer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protocol jaringan dan metode transmisi. Model ini dibagi menjadi 7 layer dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun di bawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standar.

Dibawah ini merupakan penjelasan-penjelasan singkat mengenai karakteristik dari tiap-tiap layer beserta fungsi masing-masing layer
:

  Model referensi OSI terdiri dari tujuh layer

  1.  Layer Application

Merupakan layer 7 dari model OSI, menyediakan 16 bit tunggal layanan-layanan untuk procedure applikasi(seperti electronic mail atau transfer data) yang berada di luar model OSI. 

Layer application pada model OSI merupakan tempat dimana user atau pengguna berinteraksi dengan computer. Layer ini sebenarnya hanya berperan ketika dibutuhkan akses ke network. Contohnya Internet eksplorer (IE), IE dapat melihat document local HTML. Tetapi akan kacau jika melihat document HTML yang harus diambil dengan HTTP atau mengambil file dengan FTP. Hal ini terjadi karena IE harus memberikan umpan balik terhadap permintaan tersebut dengan mencoba mengakses layer application. Yang sebenarnya terjadi adalah layer application bertindak sebagai interface antar program aplikasi sebenarnya, dimana program aplikasi tersebut tidak termasuk ke struktur layer, dengan layer berikut dibawahnya. Jadi dengan kata lain, IE tidak berada pada layer application, tetapi IE berfungsi sebagai interface denga protocol layer application, tapi IE berfungsi sebagai interface dengan protocol layer application ketika IE membutuhkan sumber daya remote. 

Layer aplication juga bertanggung jawab untuk mengidentifikasikan dan memastikan keberadaan patner komunikasi yang di tuju serta menentukan apakah sumber daya komunikasi yang ditiju cukup tersedia.

Saat ini pertukaran transaksi dan informasi sudah berkembang dan membutuhkan layanan aplikasi internetwoking seperti:

a.      World Wide Web (WWW)

Menghubungkan server-server dalam jumlah banyak, hamper tidak terhitung dengan format data yang berbeda-beda.

b.     Email gateway

Layanan serbaguna ini bias menggunakan  Simple Mail Transfer Protocol (SMTP) atau standar x.400 untuk mengirim pesan antar aplikasi email yang berbeda.

c.      Electronic Data Interchange (EDI)

Gabungan dari standard an proses khusus yang menyediakan aliran data atau accouting, pengirim / penerima, serta pelacakan order atau inventori antar perusahaan.

d.     Special interest bulletin board

Mencangkup tempat chat di internet dimana oran bertemu dan berkomunikasi dan mengirim pesan. Dan juga sharing perangkat lunak public domain.

e.      Utility navigasi internet

Mencangkup aplikasi-aplikasi mesin pencari

f.      Layanan transaksi financial

Layanan ini mengumpulkan dan menjual informasi-informasi.

2. Layer Persentation

merupakan layer 6 dari model referensi OSI, mendefinisikan bagaimana data di-format,dinyatakan, di-encode, dan diubah untuk digunakan oleh software pada layer application.

 Fungsi dari layer ini yaitu menyajikan data kelayer application dan bertanggung jawab pada penerjemah data dan format kode.Layer ini pada dasarnya adalah penerjemah dan melakukan fungsi pengkodean dan konversi.  

OSI memiliki standar protocol yang mendefinisikan bagaimana format data yang standar. Tugas-tugas seperti kompresi, dekompresi, enkripsi dan deskripsi data, berhubungan dengan layer ini. Standar-standar yang digunakan untuk mengatur presentasi grafis dan visual image:

a. PICT  merupakan sebuah format gambar yang digunakan program macintosh untuk melakukan transfer grafik QuickDraw.

b. TIFF (Tagged Image File Format) sebuah format grafis standar untuk image bitmap resolusi tinggi.

c.  JPEG standar foto yang dibuat oleh Joint Photographic Experts Group.

d. Midi (Musical Instument Digital Interface) digunakan untuk membuat music digital.

e. MPEG (Mention Picture Experts Group) untuk kompresi dan coding video bergerak untuk CD, menyediakan penyimpanan digital.

f. Quick Time digunakan oleh program machintos untuk mengelola aplikasi audio dan video.

g. RTF (Rich Text Format) untuk melakukan pertukaran file text antar program pengelola kata.

3Layer session

Merupakan layer 5 dari model OSI, bertanggung jawab untuk membuat, mengelola,  dan mengakhiri session-session antar aplikasi –aplikasi dan mengawasi pertukaran data antar entitas layer. Layer ini juga menyediakan control dialog antar peralatan atau titik jaringan. Dia melakukan kordinasi komunikasi antar system dan mengorganisasikan komunikasinya dengan menawarkan tiga mide yaitu simplix, half-duplex dan full-duplex.

Berikut beberapa contoh protocol dan interface layer session:

a.  Network File System (NFS) dibuat oleh Sun Microsystem dan digunakan dengan TCP/IP dan work station UNIX untuk akses yang transparan ke sumber daya remote.

b.  Structured Query Language (SQL) dibuat oleh IEM untuk menyediakan kepada pengguna sebuah cara yang lebih mudah untuk mendefinisikan kebutuhan informasi pada system local dan remote.

c.  Remote Procedure Call (RPC) sebuah utility atau tool untuk client-server yang digunakan untuk lingkungan layanan yang berbeda-beda.

d. X Windows digunakan secara luas oleh terminal-teminal pintar untuk berkomunikasi dengan computer UNIX yang remote.

e.  AppleTalk Session Protocol (ASP) membuat dan menjaga session antar client dan server AppleTalk.

f.  Digital Network Architecture Session Control Protocol (DNA SCP)sebuah protocol layer session dari DECnet.

4. Layer  Transport

Merupakan layer 4 dari model OSI, digunakan untuk komunikasi yang dapat diandalkan antara node-node akhir melalui network. Layer Transport melakukan segmentasi dan menyatukan kembali data yang tersegmentasi tadi menjadi sebuah arus data.

TCP dan UDP keduanya bekerja pada layer Transport, di mana TCP adalah layanan yang dapat diandalkan, sedangkan UDP tidak.Layer transport bertanggung jawab untuk menyediakan mekanisme untuk multiplexing metode aplikasi-aplikasi upper layer, membuat session, dan memutuskan rangkean virtual.

Transportasi yang diandalkan tersebut, menggunakan sebuah session yauitu:

  •  Komunikasi yang connection-Oriented

Peralatan yang melakukan tranmisi, akan membuat sebuah session conection oriented dengan system pemasangan yang disebut call setup / three way handshake.

  • Acknowledgment

Pengirim data yang dapat diandalkan, menjamin keutuhan dari online data mesin ke  mesin lain melalui link data yang funsional.

5. Layer  Network

Merupakan model OSI layer 3,dimana routing diimplementasikan, mengaktifkan koneksi-koneksi dan pemilihan jalur antara dua system akhir. Mengelola pengalamatanm, melacak lokasi peralatan di jaringan, dan menentukan cara terbaik untuk memindahkan data, artinya layer network harus mengangkut lalu lintas antar peralatan yang tidak terhubung secara local. Router merupakan peralatan layer 3, diatur oleh layer ini dan menyediakan layanan routing dalam internetwok.

Dua jenis data yang digunakan di layer network yaitu:

a. Paket Data

Digunakan untuk mengangkut data pengguna melewati internetwork. Protocol yang digunakan untuk mendukung lalu lintas data disebut routed protocol, contohnya IP dan IPx.

b Paket Update Rute

Digunakan untuk update ke router terdekat tentang network-network yang terhubung ke semua router di internetwork. Protocol yang mengirim paket update rute disebut routing protocol. Contohnya : RIP, EIGRIP dan OSPF.

Routing table yang digunakan pada sebuah router mencangkup informasi:

a. Alamat Network

b. Interface

c. Metric

6. Layer Data Link

            Merupakan model OSI layer 2, menyediakan tranmisi fisik dari data dan mengenai notifikasi error, topologi jaringan, dan flow control. Artinya pesan-pesan akan terkirim melalui peralatan yang sesuai di lan menggunakan alamat perangkat keras, dan menerjemah pesan-pesan dari layer network menjadi bit-bit untuk dipindahkan oleh layer physical. IEEE membagi lebih lanjut layer ini menjadi dua sublayer:

a) Media Access Control (MAC) 802.3

Mendefinisikan bagaimana paket ditempatkan di media. Ketentuannya adalah “yang dating duluan akan dilayanio terlebih dahulu”, dimana setiap permintaan akan mendapatkan benwidth yang sama.

b) Logical Link Control (LLC) 802.2

Bertanggung jawab untuk mengidentifikasi protocol-protokol layer network dan kemudian melakukan enkapsulasi terhadapnya.

7. Layer physical

            Merupakan layer 1 model OSI, bertanggung jawab untuk mengubah frame-frame data dari layer Data Link menjadi sinyal-sinyal listrik protocol-protocol dan standar-standar layer physical mendefinisikan, sebagai contoh, jenis kabel dan konektor yang digunakan termasuk pemilihan pn dan skema encoding untuk pensinyalan nilai 0 dan 1. 

Menentukan kebutuhan listrih, mekanis, procedure, dan funsional, mengaktifkan,mempertahankan, dan mengaktifkan hubungan fisik antar system dan mengidentifikasikan interface antara DTE (Data Terminal Equitment) dengan DCE (Data Comunication Equitment). DCE pada providernya sedangkan DTE pada peralatannya.

  

Bagaimana proses pengiriman data pada model ini? Gambar berikut merupakan gambaran bagaimana proses pengiriman data yang terjadi pada tiap layer OSI.



Ketika data ditransfer melalui jaringan, data tersebut harus melewati ke-7 layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer. Kemudian di sisi penerima, data tersebut melewati layer physical terlebih dahulu kemudian sampai ke layer aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu header sedangkan pada sisi penerima header dicopot sesuai dengan layernya.

 

B.    TCP / IP

TCP/IP  adalah   satu  set  protokol   yang  memungkinkan   terjadinya   komunikasi   antar komputer , TCP/IP menjadi sangat populer karena apabila kita ingin terkoneksi ke Internet kita harus menggunakan protokol TCP/IP, yang dengan TCP/IP inilah kemudian komputer di seluruh dunia dapat saling berkomunikasi.

 1. Layer 4 Aplication

Aplication layer adalah bagian dari TCP/IP dimana permintaan data atau servis diproses, aplikasi pada layer ini menunggu di portnya masing-masing dalam suatu antrian untuk diproses.  Aplication  layer  bukanlah  tempat  bagi  word  processor,  spreadsheet,  internet browser atau yang lainnya akan tetapi aplikasi yang berjalan pada application layer berinteraksi  dengan  word  processor,  spreadsheet,  internet  browser  atau  yang  lainnya, contoh aplikasi populer yang bekerja pada layer ini misalnya FTP dan HTTP.

 2. Layer  3 Transport

Transport  layer  menentukan bagaimana host pengirim dan host   penerima dalam membentuk sebuah sambungan sebelum kedua host tersebut berkomuikasi, serta seberapa sering  kedua  host  ini  akan  mengirim  acknowledgment dalam sambungan tersebut satu sama lainnya. Transport layer hanya terdiri dari dua protokol; yang pertama adalah TCP (Transport Control Protokol) dan yang kedua adalah UDP (User Datagram Protokol). TCP bertugas; membentuk sambungan, mengirim acknowledgment, dan menjamin terkirimnya data sedangkan UDP dapat membuat transfer data menjadi lebih cepat.

3. Layer  2 Internet

Internet  layer dari model TCP/IP berada  diantara  network  interface  layer dan transport layer. Internet layer  berisi protokol  yang  bertanggung  jawab  dalam  pengalamatan  dan routing paket. Internet layer terdiri dari beberapa protokol diantaranya :

a.      Internet Protokol (IP)

b.     Address Resolution Protokol (ARP)

c.      Internet Control Message Protokol (ICMP)

d.     Internet Group Message Protokol (IGMP)

4. Layer 1 Network Interface

Layer terbawah dari model TCP/IP adalah Network Interface Layer, tanggung jawab utama dari layer ini adalah menentukan bagai mana sebuah komputer dapat terkoneksi kedalam suatu jaringan komputer, hal ini sangat penting karena data harus dikirimkan dari dan ke suatu host melalui sambungan pada suatu jaringan.

 KESIMPULAN

 Dari materi diatas dapat kita rinci lebih sederhana atau dapat disimpulkan sebagai berikut: 

dari spesifikasi OSI adalah membantu terjadinya transfer data antar host yang berbeda layer di bagi menjadi dua group:

  • Upper Layer (Application, Presentation, dan Session)
  • Lower Layer (Transport, Network, DataLink, dan Physical)
  • Model referensi OSI terdiri dari tujuh

1.     Layer application : file, cetak, massage, database, dan layanan aplikasi

2.     Layer presentation : enkripsi data, kompresi dan layanan penterjemah.

3.     Layer session : dialog control

4.     Layer transport : koneksi ujung ke ujung (end-to-end)

5.     Layer network : routing

6.     Layer data link : grouping data secara logical (framing)

7.     Layer physical : topologi fisik

TCP/IP adalah satu set protokol yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar computer Model TCP/IP hanya terdiri dari empat layer yaitu:

a.      Application

b.     Transport

c.      Internet

d.     Network Interface

 DAFTAR PUSTAKA

Agus suroso.2009. modul teknik computer dan jaringan

http://aditsubang.wordpress.com

http://yadicucuklauk.blogspot.com/2011/08/model-referensi-osi-layer-awalnya-model.html 

 

 

 

IP ADDRESS

Apa Itu IP Address? Pengertian, Jenis, dan Fungsinya 1.    Pengertian IP address IP Address adalah serangkaian angka yang menjadi identita...